Tuesday, April 30, 2013

teknik pemisahan



EKSTRAKSI MINYAK ATSIRI
BUNGA MELATI








Oleh Kelompok : 8
1.    Fandhi Yan Patra Nugraha   (11.013)
2.    Venty Selviana                       (11.043)
3.    Yunita Cesarizka                   (11.046)

AKADEMI ANALISIS FARMASI DAN MAKANAN
PUTRA INDONESIA MALANG


BAB I                                                                          
PENDAHULUAN

1.1.  LATAR BELAKANG
Minyak atsiri merupakan zat berbau yang terkandung dalam tanaman. Minyak atsiri disebut juga minyak menguap, minyak etiris, atau minyak esensial karena pada suhu kamar mudah menguap di udara terbuka ( buku Tanaman Obat). Minyak atsiri biasanya digunakan sebagai bahan dalam pembuatan minyak wangi. Kandungan tersebut diekstrak dari daun, Bunga, kulit dan akar .
Minyak atsiri salah satunya dapat kita jumpai pada bunga melati. Komponen utama di dalam minyak bunga melati yang telah dikenal pasti ialah benzil asetat dan benzaldehid.Minyak atsiri bunga melati sangat diminati sebagai bahan pembuatan parfum, akan tetapi belum banyak terpenuhi karena proses yang cukup lama dan biaya yang mahal untuk itu dalam percobaan kali ini praktikan  akan melakukan  pengambilan minyak atsiri dengan metode yang lebih sederhana yaitu metode maserasi.
Ektraksi maserasi adalah proses ekstraksi bahan nabati dengan cara merendam dengan pelarut nonpolar dalam jangka waktu tertentu. Pelarut yang biasa digunakan dalam ektraksi minyak atsiri adalah etanol. Etanol digunakan sebagai pelarut dalam ektraksi minyak atsiri karena etanol lebih mudah menguap dibandingkan dengan minyak atsiri.
Hasil maserasi minyak atsiri tersebut kemudian dimurnikan dengan menggunakan metode evaporasi. Metode evaporasi dilakukan dengan pemberian panas pada cairan filtrat untuk menguapkan etanol.




                                                                          
1.2.  RUMUSAN MASALAH
1.      Apa kegunaan dari minyak atsiri bunga melati ?
2.      Metode apa yang tepat digunakan untuk pengambilan minyak atsiri ?
3.      Pelarut apa yang sesuai untuk pengambilan minyak atsiri ?

1.3.  TUJUAN
1.      Untuk mengetahui kegunaan dari minyak atsiri.
2.      Untuk mengetahui metode yang tepat untuk pengambilan minyak atsiri.
3.      Untuk mengetahui pelarut yang sesuai untuk pengambilan minyak atsiri.













BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
                                                                                           
2.1.  MINYAK ATSIRI
Minyak atsiri adalah zat berbau yang terkandung dalam tanaman. Minyak atsiri disebut juga minyak menguap, minyak etiris, atau minyak esensial karena pada suhu kamar mudah menguap di udara terbuka. Dalam keadaan segar dan murni tanpa pencemar, minyak atsiri umumnya tidak berwarna. Pada penyimpanan lama minyak atsiri dapat teroksidasi dan membentuk resin serta warnanya berubah menjadi lebih tua (gelap). Untuk mencegah supaya tidak berubah warna, minyak atsiri harus terlindung dari pengaruh cahaya, misalnya disimpan dalam bejana gelas yang berwarna gelap. Bejana tersebut juga diisi sepenuh mungkin sehingga tidak memungkinkan berhubungan langsung dengan oksigen udara, ditutup rapat, serta disimpan ditempat yang kering dan sejuk.  
Minyak atsiri dalam berbagai organ, seperti di dalam rambut kelenjar (pada family labiatae), di dalam sel-sel parenkim (misalnya family piperaceae), di dalam saluran minyak yang disebut vitae (family umbelliferae), di dalam rongga-rongga skizogen dan lisigen (pada family Pinaceae dan Rutaceae). Pada bunga mawar minyak atsiri banyak terdapat pada mahkota bunga.
Minyak atsiri bukan merupakan senyawa tunggal, tetapi tersusun dari berbagai macam komponen yang secara garis besar terdiri dari kelompok terpenoid dan fenil propana.
Sifat – sifat dari minyak atsiri antara lain:
1.      Tersusun oleh bermacam-macam komponen senyawa.
2.      Memiliki bau khas.
3.      Mempunyai rasa getir

4.      Dalam keadaan murni mudah menguap pada suhu kamar sehingga bila diteteskan pada selembar kertas maka ketika dibiarkan menguap, tidak meninggalkan bekas noda pada benda yang ditempel.
5.      Bersifat tidak bisa disabunkan dengan alkali dan tidak bisa berubah menjadi tengik (rancid).
6.      Bersifat tidak stabil dengan pengaruh lingkungan, baik pengaruh oksigen udara, sinar matahari (terutama gelombang ultra violet) dan panas karena terdiri dari berbagai macam komponen penyusun.
7.      Indeks bias umumnya tinggi.
8.      Pada umumnya bersifat optis aktif dan memutar bidang polarisasi dengan rotasi yang spesifik karena banyak komponen yang memiliki atom C asimetrik.
9.      Pada umumnya tidak dapat bercampur dengan air, tetapi cukup dapat larut hingga dapat memberikan baunya kepada air walaupun kelarutannya sangat kecil.
10.  Sangat mudah larut dalam pelarut organik.
Minyak atsiri digolongkan menjadi beberapa golongan, antara lain :
1.      Minyak atsiri hidrokarbon.
Minyak atsiri kelompok ini komponen penyusunnya sebagian besar terdiri dari senyawa-senyawa hidrokarbon.
a.       Minyak terpentin
Minyak terpentin diperoleh dari tanaman-tanaman bermarga pinus (family pinaceae).
b.      Oleum cubebae
Oleum cubebae adalah minyak atsiri yang diperoleh dari hasil penyulingan dari buah Piper cubeba (kemukus, family piperaceae) yang disimpan dalam botol gelap tertutup rapat, di tempat sejuk, dan terlindung dari cahaya. Oleum cubebae dengan bau yang khas kemukus tidak boleh berwarna atau sedikit hijau atau kuning kehijauan.


2.      Minyak atsiri alcohol
Alcohol yang terdapat dalam minyak atsiri digolongkan kedalam tiga jenis, yaitu alcohol asiklis, alcohol monosiklis, dan alcohol disiklis.
Minyak pipermen merupakan minyak atsiri alcohol yang penting diantara minyak atsiri alcohol yang lain. Minyak ini dihasilkan oleh daun tanaman Mentha piperita.
3.      Minyak atsiri fenol
Minyak cengkeh merupakan minyak atsiri fenol. Minyak ini diperoleh dari tanaman Eugenia cayophyllata atau Syzigium caryophillum (family Myrtaceae).Bagian tanaman yang dimanfaatkan adalah bunga dan daun. Namun demikian, bunga lebih utama dimanfaatkan karena mengandung minyak atsiri sampai 20%.
Minyak atsiri bunga melati termasuk golongan minyak atsiri fenol. Minyak atsiri dari bunga melati memiliki aroma yang khusus dapat memberikan aromaterapi sebagai antidepresi, aprodisia , meningkatkan daya ingat, dan meninkatkan elastisitas kulit.
Minyak atsiri bunga melati memiliki kegunaan sebagai berikut, antara lain :
Ø  Menenangkan dan menstabilkan sistem syaraf.
Ø  Mempertahankan fungsi sistem reproduksi wanita: mengatasi haid tidak teratur,
Ø  menghilangkan rasa sakit pada saat haid, dsb.
Ø  Menjaga kelembaban dan kehalusan kulit, dan mempertahankan kesehatannya

4.      Minyak atsiri eter fenol
Minyak adas merupakan minyak atsiri eter fenol. Minyak adas berasal dari hasil penyulingan Pimpinella anisum. Minyak adas produksi local digunakan sebagai campuran jamu tradisional. Bagian tanaman yang dimanfaatkan adalah buahnya.

5.      Minyak atsiri oksida
Minyak kayu putih merupakan minyak atsiri oksida. Diperoleh dari isolasi daun Melaleuca leucadendron.


6.      Minyak atsiri ester
Minyak gondopuro merupakan atsiri ester. Minyak atsiri ini diperoleh dari isolasi daun dan batang Gaultberia procumbens.
Minyak atsiri digunakan karena berbagai alasan dan berbagai macam cara, minyak atsiri menimbulkan efek nyata pada sistim saraf sentral , meredakan depresi dan menciptakan sensasi melegakan.Banyak minyak atsiri dugunakan sebagai parfum.Minyak atsiri dihasilkan dari beberapa kilogram bunga melati dan hanya dihasilka beberapa ml minyak atsiri. Lebih lengkapnya minyak atsiri dimanfaatkan sebagai aroma terapi dalam bentuk sediaan obat. Minyak atsiri sering dilarutkan dan sering dicampur dengan bahan kimia sintesis.
Secara komersial , minyak atsiri dimanfaatkan sebagai 3 bahan utama.
1.             Pemberi rasa: digunakan sebagai penambah rasa pada roti, permen, daging dan minuman bersoda.
2.             Bahan farmasi : digunakan sebagai penghilang rasa sakit dalam proses pencabutan gigi.
3.             Sebagai parfum : digunakan dalam produk kosmetik , sabun , detergen ,

2.2.  BUNGA MELATI  (Jasminum sambac, Ait)
Klasifikasi
Kingdom         : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom    : Tracheobionta
(Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi    : Spermatophyta
  (Menghasilkan biji)

Divisi               : Magnoliophyta
                         (Tumbuhan berbunga)
Classis             : Magnoliopsida
                         (berkeping dua / dikotil)
Sub class         : Asteridae
Ordo                : Scrophulariales
Famili              : Oleaceae
Genus              : Jasminum
           Spesies            : Jasminum sambac
Di Indonesia, bunga Melati dikenal luas dengan berbagai nama daerah seperti Meulu cut atau Meulu China (Aceh), Menyuru (Banda), Menuh (Bali), Mundu (Bima dan Sumbawa), Melur atau Melor (Gayo dan Batak Karo), Menur, Mlati, atau Melati (Jawa dan Sunda), Malete (Madura), dan Manyora (Timor). Di Inggris bunga ini dikenal sebagai Jasmine, sesuai dengan nama genus bunga ini, Jasminum.
Melati (Jasminum spp.) adalah suatu jenis tanaman merambat dengan bunga berbentuk seperti terompet dan harum. Dalam klasifikasi tumbuhan, melati dimasukkan dalam marga Jasminum, suku Oleaceae dan bangsa Oleales.
Melati adalah tanaman perdu tahunan, tegak atau merambat. Tanaman ini dapat dipakai baik sebagai tanaman hias pot, pengisi halaman rumah maupun dibudidayakan sebagai perkebunan khusus. Tanaman melati bisa tumbuh dari mulai dataran rendah sampai ketinggian 1500 meter di atas permukaan laut. Keadaan tanah dan iklim adalah hampir sama untuk semua jenis melati. Tipe tanah yang dibutuhkan untuk budidaya melati secara komersial adalah remah, porous, tidak mudah tergenang dan mempunyai pH tanah 6-7, berpasir dan kaya akan bahan organik. Bunga melati akan tumbuh baik bila daerahnya panas, cukup kering dan terkena sinar matahari penuh (Pizzetti dan Cocker, 1968).
Bunga yang harum baunya ini dapat berbunga setengah tahun dan dapat tumbuh subur pada tanah yang gembur, tanaman ini harus cukup mendapatkan sinar matahari , bunga melati dapat dikembang-biakkan dengan cara stek, tunas tunas baru akan tampak setelah berusia sekitar 6 minggu, tumbuhan yang.

Melati merupakan tanaman hias yang menjadi lambang pesona bunga Indonesia, berbunga putih mungil dengan aroma khas yang memberi kesan romantis. Mahkota bunga bervariasi dari tunggal hingga yang bersusun seperti bunga mawar kecil. Warna bunga umumnya putih, namun beberapa spesies ada yang berwarna kuning (J. bignoniaceum, J. fruticans, J. humile, J.humile revolutum, J. mesnyi, J. nudiflorum, J. primulinum), merah atau pink seperti J. besianum, Forest and Diels, maupun waktu kuncup pink atau merah muda, namun sesudah mekar berwarna putih seperti pada J. grandiflorum, Linn. Melati yang sudah banyak dikenal di Indonesia ada 3 jenis yang mempunyai potensi untuk dikembangkan yaitu J. sambac Maid of Orieans, J. sambac Grand Duke of Tuscany dan J. officinale. J. sambac Grand Duke of Tuscany. Seperti halnya Maid of Orleans namun mempunyai mahkota bunga yang bertumpuk, dengan sosok bunga yang besar, berwarna putih bersih dengan keharuman lebih tajam dibandingkan J. sambac Maid of Orleans. Daunnya berhadap­hadapan, umumnya lebih dari 2 daun dan berkisar 3 – 5 daun.
 J. officinale, Linn (Melati Gambir). Disebut juga Poet’s jasmine, Free flowering jasmine, White, Sweet atau Common jasmine. Tanamannya tumbuh agak merambat berupa perdu, batangnya lemah dibandingkan J. sambac Maid of Orleans. Daunnya sempit dan kecil, majemuk bersirip ganjil, bertekstur halus dan berwama hijau terang. Bunganya kecil memanjang dengan warna merah tua atau merah gambir pada waktu kuncup dan menjadi putih sesudah mekar. Bunganya dipetik untuk bahan pewangi teh.

2.3.  EKSTRAKSI
Ekstraksi adalah penyarian zat-zat aktif dari bagian tanaman obat. Adapun tujuan dari ekstraksi yaitu untuk menarik komponen kimia yang terdapat dalam simplisia.
Secara umum, terdapat empat situasi dalam menentukan tujuan ekstraksi:
1.      Senyawa kimia telah diketahui identitasnya untuk diekstraksi dari organisme. Dalam kasus ini, prosedur yang telah dipublikasikan dapat diikuti dan dibuat modifikasi yang sesuai untuk mengembangkan proses atau menyesuaikan dengan kebutuhan pemakai.

2.      Bahan diperiksa untuk menemukan kelompok senyawa kimia tertentu, misalnya alkaloid, flavanoid atau saponin, meskipun struktur kimia sebetulnya dari senyawa ini bahkan keberadaannya belum diketahui. Dalam situasi seperti ini, metode umum yang dapat digunakan untuk senyawa kimia yang diminati dapat diperoleh dari pustaka. Hal ini diikuti dengan uji kimia atau kromatografik yang sesuai untuk kelompok senyawa kimia tertentu
3.      Organisme (tanaman atau hewan) digunakan dalam pengobatan tradisional, dan biasanya dibuat dengan cara, misalnya Tradisional Chinese medicine (TCM) seringkali membutuhkan herba yang dididihkan dalam air dan dekok dalam air untuk diberikan sebagai obat. Proses ini harus ditiru sedekat mungkin jika ekstrak akan melalui kajian ilmiah biologi atau kimia lebih lanjut, khususnya jika tujuannya untuk memvalidasi penggunaan obat tradisional.
4.      Sifat senyawa yang akan diisolasi belum ditentukan sebelumnya dengan cara apapun. Situasi ini (utamanya dalam program skrining) dapat timbul jika tujuannya adalah untuk menguji organisme, baik yang dipilih secara acak atau didasarkan pada penggunaan tradisional untuk mengetahui adanya senyawa dengan aktivitas biologi khusus.
Proses pengekstraksian komponen kimia dalam sel tanaman yaitu pelarut organik akan menembus dinding sel dan masuk ke dalam rongga sel yang mengandung zat aktif, zat aktif akan larut dalam pelarut organik di luar sel, maka larutan terpekat akan berdifusi keluar sel dan proses ini akan berulang terus sampai terjadi keseimbangan antara konsentrasi cairan zat aktif di dalam dan di luar sel.
Ekstraksi dapat dibedakan menjadi beberapa macam, antara lain:
1.      Maserasi
Maserasi marupakan cara panyarian yang sederhana. Masrasi  dilakukan dengan cara merendam serbuk simplisia dalam cairan penyari. Cairan penyari akan menembus dinding sel dan masuk kedalam rongga sel yang mengandung zat aktif, zat aktif akan larut dan karena adanya perbedaan konsentrasi antara larutan zat aktif didalam sel dengan yang diluar sel, maka larutan yang terpekat didesak keluar. Peristiwa tersebut berulang sehingga terjadi keseimbangan konsentrasi antara larutan diluar sel dan didalam sel.

Maserasi digunakan untuk penyarian simplisia yang mengandung zat aktif yang mudah larut dalam cairan penyari, tidak mengandung zat yang mudah mengembang dalam cairan penyari, tidak mengandung benzoin, stirak dan lain-lain.
Cairan penyari yang digunakan dapat berupa air, etanol, air etanol atau pelarut lain. Bila cairan penyari digunakan air maka untuk mencegah timbulnya kapang, dapat ditambahkan bahan pengawet yang diberikan pada awal penyarian.
Keuntungan cara penyarian dengan metode maserasi adalah cara pengerjaan dan peralatan sederhana dan  mudah diusahakan.

Kelemahan dari metode ini:
1.      Proses penyariannya tidak sempurna, karena zat aktif hanya mampu terekstraksi sebesar 50% saja.
2.      Prosesnya lama, butuh waktu beberapa hari.

2.      Perkolasi
Penyarian zat aktif yang dilakukan dengan cara serbuk simplisia dimaserasi selama 3 jam, kemudian simplisia dipindahkan ke dalam bejana silinder yang bagian bawahnya diberi sekat berpori, cairan penyari dialirkan dari atas ke bawah melalui simplisia tersebut, cairan penyari akan melarutkan zat aktif dalam sel-sel simplisia yang dilalui sampai keadan jenuh. Gerakan ke bawah disebabkan oleh karena gravitasi, kohesi, dan berat cairan di atas dikurangi gaya kapiler yang menahan gerakan ke bawah. Perkolat yang diperoleh dikumpulkan, lalu dipekatkan.
3.      Soxhletasi
Penarikan komponen kimia yang dilakukan dengan cara serbuk simplisia ditempatkan dalam klonsong yang telah dilapisi kertas saring sedemikian rupa, cairan penyari dipanaskan dalam labu alas bulat sehingga menguap dan dikondensasikan oleh kondensor bola menjadi molekul-molekul cairan penyari yang jatuh ke dalam klonsong menyari zat aktif di dalam simplisia dan jika cairan penyari

telah mencapai permukaan sifon, seluruh cairan akan turun kembali ke labu alas bulat melalui pipa kapiler hingga terjadi sirkulasi. Ekstraksi sempurna ditandai bila cairan di sifon tidak berwarna, tidak tampak noda jika di KLT, atau sirkulasi telah mencapai 20-25 kali. Ekstrak yang diperoleh dikumpulkan dan dipekatkan.

2.4.  FILTRASI
     Filtrasi adalah pembersihan partikel padat dari suatu fluida dengan melewatkannya pada medium penyaringan, atau septum, yang di atasnya padatan akan terendapkan. Range filtrasi pada industri mulai dari penyaringan sederhana hingga pemisahan yang kompleks. Fluida yang difiltrasi dapat berupa cairan atau gas; aliran yang lolos dari saringan mungkin saja cairan, padatan, atau keduanya. Suatu saat justru limbah padatnyalah yang harus dipisahkan dari limbah cair sebelum dibuang.
2.5.  EVAPORASI
Evaporasi adalah proses penguapan yang timbul akibat diberikan uap panas (steam) dalam suatu peralatan.
Evaporasi didasarkan pada proses pendidihan secara intensif yaitu :
1.      Pemberian panas ke dalam cairan,
2.      Pembentukan gelembung-gelembung (bubbles) akibat uap,
3.      Pemisahan uap dari cairan, dan
4.      Mengkondensasikan uapnya.
Faktor penentu evaporasi :
Panas àperubahan bentuk cair dan gasàshortwave radiation lebih berpengaruh (ketinggian tempat dan musim)àlongwave hanya menambah panas yangdihasilkan oleh shortwave
Suhu udara, permukaan bidang penguapan (air, vegetasi, dan tanah)

2.6.  WATER BATH

Water Bath merupakan  peralatan yang berisi air yang bisa mempertahankan suhu air pada kondisi tertentu selama selang waktu yang ditentukan.

Prinsip kerja:
Pada saat dingin mensterilisasi steker dihidupkan, dipilih suhu (temperatur) yang diinginkan (jika memungkinkan) dan atur. Pengaturan harus dilakukan sesuai dengan pembacaan thermostat (bila tersedia), atau sesuai dengan suatu sistem pengawasan suhu.

Water bath dapat digunakan untuk :
1.      Pemanasan pada suhu rendah 300C sampai 1000C
2.      Menguapkan zat atau larutan dengan suhu yang tidak terlalu tinggi
Water bath menggunakan daya listrik yang rendah sehingga sangat ekonomis dan efisien. Pada laboratorium mikrobiologi, water bath digunakan untuk menginkubasi kultur mikrobiologi.
Secara sederhana alat ini menggunakan pemanas pada air yang dipanaskan dengan api maupun dengan listrik atau uap dari air.
Bagian-bagian water bath :
1.      Pengatur suhu
2.      Pengaman kedudukan tinggi air
3.      Penangas air bisa dilengkapi motor penggerak sehingga dapat berfungsi sebagai alat pengocok
4.      Elemen pemanas dengan listrik
5.      Tangas uap mempunyai satu hingga enam buah lubang untuk menaruh/meletakkan benda yang akan diuapkan
Cara kerja water bath :
1.      Air dimasukkan ke dalam bejana
2.      Atur suhu yang dikehendaki dan hidupkan water bath

3.      Masukkan benda yang akan dipanaskan ke dalam air ( untuk tangas air ) letakkan benda pada salah satu lubang ( untuk tangas uap ), ingat lubang lain yang tidak digunakan tetap ditutup.

Kalibrasi :
              Paling tidak dilakukan dua kali per tahun (2x/tahun), termometer waterbath harus dicek oleh petugas yang bertanggung jawab untuk hal ini atau seseorang yang diberi tugas oleh Kepala laboratorium, dengan menggunakan termometer terkalibrasi. Interval uji penyimpanan (deviasi) harus didokumentasikan/ dicatat pada buku peralatan. Bila alat teroperasi tanpa mengindahkan suhu  yang diinginkan, prosedur ini tidak perlu dilakukan, alat harus diberi label yang sesuai untuk ini.
Dalam kasus terjadinya penyimpangan lebih tinggi atau lebih rendah ± 50C, yang ditunjukkan oleh termometer pada alat, harus ditentukan faktor koreksi (suhu yang diinginkan/ suhu terukur) dan dicantumkan secara jelas pada alat. Pada kasus lainnya dari deviasi suhu yang diijinkan, harus didokumentasikan pada buku alat.

2.7.  PELARUT
Pelarut adalah benda cair atau gas yang melarutkan benda padat, cair atau gas, yang menghasilkan sebuah larutan. Pelarut paling umum digunakan dalam kehidupan sehari-hari adalah air. Pelarut lain yang juga umum digunakan adalah bahan kimia organik (mengandung karbon) biasanya disebut pelarut organik. (http://id.wikipedia.org/wiki/Pelarut)
Pelarut dapat dibedakan menjadi tiga macam, antara lain:
a.       Pelarut Protik Polar
Protik menunjukkan atom hidrogen yang menyerang atom elektronegatif yang dalam hal ini adalah oksigen. Dengan kata lain pelarut protik polar adalah senyawa yang

memiliki rumus umum ROH. Contoh dari pelarut protik polar ini adalah air (H2O), metanol (CH3OH), dan asam asetat (CH3COOH).
b.      Pelarut Aprotik Dipolar
Aprotik menunjukkan molekul yang tidak mengandung ikatan O-H. Pelarut dalam kategori ini, semuanya memiliki ikatan yang memilki ikata dipol besar. Biasanya ikatannya merupakan ikatan ganda antara karbon dengan oksigen atau nitorgen. Contoh dari pelarut yang termasuk kategori ini adalah aseton [(CH3)2C=O] dan etil asetat (CH3CO2CH2CH3).
c.       Pelarut Nonpolar
Pelarut nonpolar merupakan senyawa yang memilki konstanta dielektrik yang rendah dan tidak larut dalam air. Contoh pelarut dari kategori ini adalah benzena, karbon tetraklorida (CCl4) dan dietil eter.
Etanol merupakan cairan mudah menguap, jernih, tidak berwarna. Bau khas dan menyebabkan rasa terbakar pada lidah, dan merupakan alkohol yang paling sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Etanol mudah menguap walau dalam suhu rendah dan mendidih pada suhu 780. Mudah terbakar ( Farmakope Indonesia IV ). Senyawa ini merupakan obat psikoaktif dan dapat ditemukan pada minuman beralkohol dan termometer modern. Etanol adalah salah satu obat rekreasi yang paling tua.
Etanol termasuk ke dalam alkohol rantai tunggal, dengan rumus kimia C2H5OH dan rumus empiris C2H6O. Ia merupakan isomer konstitusional dari dimetil eter. Etanol sering disingkat menjadi EtOH, dengan "Et" merupakan singkatan dari gugus etil (C2H5).
Fermentasi gula menjadi etanol merupakan salah satu reaksi organik paling awal yang pernah dilakukan manusia. Efek dari konsumsi etanol yang memabukkan juga telah diketahui sejak dulu. Pada zaman modern, etanol yang ditujukan untuk kegunaan industri dihasilkan dari produk sampingan pengilangan minyak bumi.
Etanol banyak digunakan sebagai pelarut berbagai bahan-bahan kimia yang ditujukan untuk konsumsi dan kegunaan manusia. Contohnya adalah pada parfum, perasa, pewarna makanan, dan obat-obatan. Dalam kimia, etanol adalah pelarut yang

penting sekaligus sebagai stok umpan untuk sintesis senyawa kimia lainnya. Dalam sejarahnya etanol telah lama digunakan sebagai bahan bakar.
Rumus struktur etanol
















BAB III
METODOLOGI KERJA


3.1.  Alat dan bahan

1.      Alat :
·         Beaker glass
·         Evaporator
·         Batang pengaduk
·         Saringan
·         Elenmeyer
·         Aluminium foil
·         Waterbath
2.      Bahan :
§  Bunga melati
§  Etanol 96%
§  Air


3.2.  Prosedur kerja :
1.      Pilih  dan cuci bunga melati yang masih segar.
2.      Masukkan sebanyak 175 g bunga melati kedalam beaker glass.
3.      Rendam dengan cairan penyari etanol 1,5 liter (75 bagian pelarut dalam 10 bagian tanaman segar).
4.      Tutup dan biarkan selama 5 hari sambil sesekali diaduk.
5.      Setelah 5 hari, ambil filtrat dengan cara menyaring dan memeras residu.
6.      Beaker glass ditutup dan dibiarkan ditempat sejuk selama 2 hari.
7.      Fitrasi, untuk memisahkan partikel (bunga melati dengan filtrat)
8.      Lakukan destilasi di dalam evaporator vakum pada suhu 800C, hingga pelarut menguap dan menyisakan larutan semi padat berwarna merah kecoklatan yang disebut konsentrat.

9.      Penguapan dengan waterbath
10.  Lakukan identifikasi minyak atsiri dengan cara:
Ø  Filtrat diuapkan pada cawan penguap
Ø  Residu dilarutkan dengan 5 ml etanol
Ø  Disaring dengan kertas saring
Ø  Filtratnya diuapkan pada cawan penguap
Ø  Residu → berbau aromatik (minyak atsiri)

3.3. 
Pemilihan dan pencucian bunga melati
Diagram alir

Penimbangan
Rendam dengan etanol
Ambil filtratnya
 






Endapkan kembali filtrat selama 2 hari
Penguapan pelarut dengan cara evaporasi
Penguapan dengan water bath
 








Identifikasi minyak atsiri
                                                                                                                            

Gambar alat



            Beaker glass                              Evaporator                                     waterbath



        
     Batang pengaduk               Saringan                        Corong                     Kertas Saring
                       


                
    Erlenmeyer                            Aluminium foil                          Cawan Penguap




BAB IV
PEMBAHASAN

Minyak atsiri bunga melati merupakan minyak atsiri yang terdapat dalam bunga melati. Minyak atsiri bunga melati merupakan golongan minyak atsiri fenol.  Salah satu fungsi dari minyak atsiri bunga melati adalah sebagai bahan baku pembuatan parfum.
Minyak atsiri terdapat pada kantung-kantung minyak dalam jaringan tumbuhan sehingga diperlukan suatu usaha untuk mengeluarkannya. Salah satu caranya adalah dengan melakukan maserasi.
Prinsip dari maserasi adalah merendam simplisia dalam suatu wadah menggunakan pelarut penyari tertentu  selama beberapa hari sambil sesekali diaduk, lalu disaring dan diambil filtratnya.
Perbandingan bahan dan pelarut dapat mempengaruhi hasil ekstraksi. Perbandingan yang baik antara bahan dan pelarut adalah 10:75 (Sediaan Galenik hal 11). pelarut yang digunakan adalah etanol dengan konsentrasi 96% karena minyak atsiri dapat larut dalam etanol dengan konsentrasi yang tinggi tanpa adanya penambahan air lagi. Penggunaan etanol dengan konsentrasi kurang dari 35% akan menyebabkan terekstraknya gum sehingga mempersulit penyaringan. Penggunaan etanol dengan konsentrasi lebih dari 70% akan menghasilkan ekstrak dengan kandungan minyak atsiri tinggi, yang akan mengendap pada bagian bawah ekstrak.
Hasil ekstraksi umumnya masih mengandung bahan ikutan lain yang terdapat dalam residu. Yang dimaksud dengan bahan ikutan lain adalah kuncup bunga melati. Penyaringan dimaksudkan untuk memisahkan antara filtrat dan residu. Penyaringan yang pertama dilakukan dengan menggunakan saringan dengan diameter yang lebih besar untuk memisahkan antara kuncup bunga melati dengan filtratnya. Penyaringan yang kedua dilakukan dengan corong dan kertas saring yang fungsinya untuk menyaring zat pengotor yang belum tersaring sempurna pada penyaringan pertama.

Pelarut yang masih terdapat dalam filtrat harus diuapkan dengan menggunakan metode evaporasi. Penguapan pelarut dilakukan dalam keadaan vakum menggunakan  rotary vacum evaporator. Pemekatan dilakukan sampai tidak ada pelarut yang menguap, masing-masing memerlukan waktu penguapan yang berbeda, tergantung jumlah pelarut yang digunakan. Suhu yang digunakan dalam penguapan dengan evaporator adalah 800C yang dimaksudkan untuk menguapkan atau menghilangkan etanol sehingga yang tertinggal hanyalah minyak atsiri.
Hasil pengamatan menyatakan bahwa dari 175 g bunga melati segar dapat menghasilkan minyak atsiri sebanyak 240ml atau ektrak kental sebanyak 21,842 g.















BAB V
PENUTUP

5.1 KESIMPULAN
Setelah praktikum dilakukan, dapat disimpulkan bahwa metode yang sesuai untuk pengambilan minyak atsiri bunga melati adalah metode maserasi dimana pelarut yang digunakan adalah etanol 96%.
Hasil ekstraksi diketahui dengan uji identifikasi yang membuktikan bahwa ektrak adalah minyak atsiri melati dilihat dari bau aromatis hasil identifikasi.

5.2 SARAN
Dari praktikum yang sudah kami lakukan hasil yang kami peroleh belum berupa minyak atsiri murni. Untuk mendapatkan minyak atsiri murni sebaiknya dilakukan metode selanjutnya, yaitu dengan mencampur konsentrat dengan etanol 96% yang dapat mengikat minyak atsiri, lalu didinginkan pada lemari pendingin hingga ada endapan lilin kemudian disaring dan di destilasi vakum. Dan hasil dari destilasi vakum tersebut adalah minyak atsiri murni. 







DAFTAR PUSTAKA
Gunawan, Didik. 2004. Ilmu Obat Alam ( farmakognosi jilid 1 ). Jakarta : Penebar Swadaya
Ditjen POM.1986.Sediaan Galenik. Jakarta:Departemen Kesehatan Republik Indonesia
Departemen Kesehatan Republik Indonesia.1979.Materia Medika Jilid IV.Jakarta:Direktorat Jendral Pengawasan Obat dan Makanan
Melati . http.plantamor.com/index.php?plant=726
Dinda . Ekstraksi . medicafarmasi.blogspot.com/2008/11/ekstraksi.html , 11 September 2008
Analis Muslim . waterbath-penangas-air . http://analismuslim.blogspot.com/2011/12/waterbath-penangas-air.html , 03 Desember 2011
pelarut . http://id.wikipedia.org/wiki/Pelarut , 10 maret 2012
Rakjat Djelata . Pelarut Organik . http://marnalajoshua.wordpress.com/2010/05/03/pelarut-oeganik/ , 03 Mei 2010
Etanol . http://idwikipedia.org/wiki/etanol , 03 Maret 2012
News Room . Cara ektraksi minyak atsiri . http://distributor.agromedia.net/Artikel/cara-ekstraksi-minyak-atsiri.html , 18 Oktober 2010

No comments:

Post a Comment